Info Promo, Cash dan Kredit Daihatsu Hubungi : 085311784367 / FAX : 085311784367 daihatsupwk.com@gmail.com Daihatsu Purwakarta : SAB 08.00-17.00 WIB :
Penyebab Terjadinya Elektrik Power Steering Berat yang Harus Diketahui Menurut Daihatsu Purwakarta

Penyebab Terjadinya Elektrik Power Steering Berat yang Harus Diketahui Menurut Daihatsu Purwakarta

Saat ini, industri otomotif juga berkembang. Baik itu mobil ataupun motor, terlihat jelas dari banyaknya rilisan terbaru yang ada. Tidak hanya menghasilkan merek yang berbeda, tetapi kualitas kendaraan juga berubah. Salah satunya di bagian setir yang saat ini sudah termasuk sistem heavy electric power steering.

Sebelumnya, roda kemudi yang digunakan pada mobil adalah power steering hidrolik, tetapi sekarang menggunakan power steering elektrik. Hal ini karena power steering hidrolik diyakini memiliki banyak kelemahan. Salah satunya adalah membebani operasi mesin selama operasi.

Penyebab power steering berat

Power steering elektrik memang lebih baik daripada power steering hidrolik, namun bukan berarti tidak memiliki kelemahan. Power steering elektrik mungkin terasa berat. Sebab, ada beberapa faktor penyebabnya. Berikut beberapa penyebab yang harus Anda waspadai:

1. Lebih sedikit daya ke motor

Salah satu penyebab EPS yang berat adalah kurangnya daya. Ini karena sumber daya EPS menggunakan tenaga mobil. Contoh saat sekring putus atau putus. Akibatnya aliran listrik terputus dari sumber tegangan ke motor power steering melalui ECU.

Baterai mungkin tiba-tiba rusak atau kewalahan. Kondisi ini tidak akan mempengaruhi kelistrikan power steering selama sistem pengisian baterai berfungsi dengan baik. Ini terjadi karena baterai terisi dengan cepat saat mesin hidup. Tergantung sistem charging bisa rusak dan EPSnya bisa berat.

2. Cacat motor listrik power steering

Penyebab kedua power steering elektrik yang berat adalah motor EPS yang rusak. Kerusakan biasanya terjadi pada belitan, komutator, atau komponen pendukung lainnya. Salah satu penyebabnya adalah adanya air di dalam motor.

Air bisa karena kelembaban atau banjir. Akhirnya, genangan air di motor dapat menyebabkan korosi. Akibatnya, motor menjadi lebih lemah dan setir terasa lebih berat dari biasanya.

3. Pengaturan listrik power steering berat

Beberapa mobil memiliki pengaturan power steering elektrik manual, sementara yang lain memiliki pengaturan otomatis. Pengaturan manual biasanya memiliki mode olahraga dan mode kenyamanan. Comfort mode bertujuan untuk menciptakan EPS yang membuat setir terasa lebih ringan. Sport mode bertujuan untuk mengatur setir lebih berat saat mobil dalam kecepatan tinggi.

Jika mobil menggunakan mode auto, setir terasa sangat ringan saat mobil berjalan pelan. Itu tergantung pada apakah mobil mencapai kecepatan tertentu dan roda kemudi menjadi lebih berat.

4. Sensor listrik power steering tidak berfungsi

Penyebab lain power steering elektrik terasa berat karena sensor EPS tidak bekerja. Modul EPS biasanya membawa arus tergantung pada kebutuhan kendaraan. Namun, saat kendaraan berjalan lambat, arus yang mengalir harus besar.

Oleh karena itu, diperlukan suatu sensor yang dapat mendeteksi kondisi kendaraan. Electric power steering biasanya menggunakan dua sensor utama, sensor torsi dan sensor kecepatan. Sensor torsi memiliki tujuan untuk mengukur jumlah putaran sistem kemudi.

Padahal sensor kecepatan digunakan untuk mengetahui kecepatan kendaraan. Jika sensor electric power steering rusak, informasi yang dikirimkan ke ECU tidak diperlukan. Alhasil, pegangan terasa berat.

Gunakan Daihatsu untuk menghindari power steering elektrik yang berat!
Ini beberapa penyebab yang bisa dilihat dari power steering elektrik yang berat. Setelah penyebabnya diketahui, itu bisa diperbaiki. Alhasil, setir lebih ringan dan berkendara lebih nyaman.

Dan jika pengemudi tidak pernah merasa berat, itu bahkan lebih aman. Sama halnya saat menggunakan mobil Daihatsu. Produk kendaraan kami selalu berkinerja baik. Jadi hindari masalah pegangan yang berat.

0 Komentar

Stay Connected