Info Promo, Cash dan Kredit Daihatsu Hubungi : 085311784367 / FAX : 085311784367 daihatsupwk.com@gmail.com Daihatsu Purwakarta : SAB 08.00-17.00 WIB :
Sirkuit Sentul Bakal Ganti Nama, Sejarah Awal Sirkuit Sentul

Sirkuit Sentul Bakal Ganti Nama, Sejarah Awal Sirkuit Sentul

Nama Sirkuit Sentul kembali mencuat setelah Gubernur Jawa Barat Lidwan Kamil membahas rencana pemugaran dan revitalisasi Sirkuit Sentul di Bogor, Jawa Barat pada 2022. West Java International, sirkuit terbaik di dunia. Sirkuit”. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dikutip dari Antara, Rabu (15 Desember 2021). Rencana tersebut disambut baik oleh Komisaris Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soprapt. Rencananya akan tersedia pada pertengahan 2022.

“Targetnya FIA dan FIM disetujui pada Agustus 2022 dan balapan pada 2023. Kami balapan untuk Le Mans bersama Sean Gelael. Ini (balapan) internasional.” Katanya.

“Ada juga balapan GP3 di Makau, lalu ada TCR (Touring Car Race), dan saat itu kami sudah memiliki kontrak dengan Hyundai. Kami juga bisa menjadi tuan rumah MXGP dan Kejuaraan Dunia Motocross,” katanya.

Perlu diketahui bahwa dalam sejarahnya, Sirkuit Internasional Sentul merupakan sirkuit permanen untuk balap motor dan mobil. Sirkuit ini terletak di Babakan Madang, Bogor, tidak jauh dari Tol Jagorawi.

Pembangunannya dimulai pada tahun 1990 dan dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia saat itu Suharto dan Anakanya Hutomo Mandala Putra . Pada tahun 1993 Sentul secara resmi dibuka oleh Suharto. Desain Sentul saat ini sebenarnya merupakan versi potongan dari desain awal yang direncanakan. Sirkuit saat ini berkurang 40% dibandingkan dengan desain aslinya.

Sentul awalnya ditargetkan untuk balap motor dan seri F3 Asia. Terletak di Kabupaten Bogor, Sentul memiliki kontur berbukit dan sedikit lebih sejuk dari kota tropis Jakarta.

Namun, di bawah sinar matahari langsung, aspal masih bisa sangat panas dan lembap. Karakteristik ini menyulitkan pengendara Eropa yang terbiasa dengan cuaca dingin. Sirkuit Sentul dicirikan oleh lintasan yang mulus, lebar namun relatif sederhana. Total panjang lintasan adalah 4,12 km dengan menghadirkan 11 belokan. Trek dirancang agar tidak bergelombang untuk kecepatan maksimum selama balapan.

Sentul memiliki trek lurus utama sepanjang 900 meter yang mencapai kecepatan 300 kpj dan kemudian melambat hingga tikungan pertama di sebelah kanan (Belok 1). Satu-satunya tikungan tercepat di Sentul adalah Tikungan 2.

Pembalap mobil bisa melibas tikungan ini dengan kecepatan 220kpj, sedangkan sepeda motor mencapai 190kpj. Pengendara dapat memanfaatkan tikungan kedua untuk mempercepat dan menyalip dari berbagai macam trek balap di sudut lebar. Pada awal perkembangannya, Sirkuit Internasional Sentul dimaksudkan untuk menjadi sirkuit F1 dan Grand Prix Indonesia.

Di awal pembukaan, seri Formula Holden langsung digelar sebagai demonstrasi. Namun, sudutnya dianggap terlalu sempit dan terlalu pendek serta tidak cocok untuk karakter F1.

Kejayaan Sentul terasa pada tahun 1996 dan 1997, dan Indonesia terpilih sebagai penyelenggara MotoGP. Pembalap Australia Mick Doohan memenangkan kelas utama 500cc, Tetsuya Harada memenangkan kelas 250cc, dan Masaki Tokudome memenangkan kelas 125cc. Tahun berikutnya, Tadayuki Okada, juara kelas 500cc, Max Biaggi, juara kelas 250cc, dan Valentino Rossi, legenda hidup MotoGP yang juara kelas 125cc. Sayangnya, efek domino dari krisis keuangan Asia 1997 membuat situasi semakin buruk dan menimbulkan masalah bagi dunia balap Indonesia.

Sentul juga dibayangi oleh Sirkuit Internasional Sepang Malaysia, yang dibuka pada 1999. Sepang menawarkan tata letak dan peralatan truk yang lebih baik daripada Sentul. Dengan hadirnya sirkuit Mandalca, sirkuit Sentul ingin berbenah agar bisa melanjutkan balapan internasional.

0 Komentar

Stay Connected